Rabu, 27 Oktober 2010

Belalang Tua

Intro : G Em C D 4x

G Em C D
Belalang tua diujung daun warnanya kuning kecoklat-coklatan
G Em
Badannya bergoyang ditiup angin
C D
Mulutnya masih saja mengunyah
G Em C D
tak kenyang-kenyang

G Em
Sudut mata kananku tak sengaja
C D
melihat belalang tua yang rakus
G Em
Sambil menghisap dalam rokokku
C D G Em C D
Kutulis syair tentang hati yang khawatir

G Em C D
Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan
G Em C D
Belalang tua yang tak kenyang-kenyang

Intro : G Em C D 3x

G Em
Seperti sadar kuperhatikan,
C D
ia berhenti mengunyah
G Em
Kepalanya mendongak keatas
C D
Matanya melotot melihatku tak senang
G Em
kakinya mencengkeram daun
C D
Empat di depan dua di belakang
G Em C D
bergerigi tajam

G Em
Sungutnya masih gagah menusuk langit
C D G Em C D G
berfungsi sebagai radar

G Em C D
Belalang tua masih saja melihat marah ke arahku
G Em
Aku menjadi grogi dibuatnya
C D
aku tak tahu apa yang dipikirkan
G Em C D
Tiba-tiba angin berhenti mendesir
G Em C D
daunpun berhenti bergoyang
G Em C D
Walau hampir habis daun tak jadi patah
G Em C D
Belalang yang serakah berhenti mengunyah

Interlude : G Em C D

Reff :
G Em C D
Kisah belalang tua diujung daun
G Em C D
yang hampir jatuh tetapi tak jatuh
G Em C D
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
G Em C D
Sebab kubilang tak kenyang kenyang

G Em C D
Kisah belalang tua diujung daun
G Em C D
yang kakinya berjumlah 6
G Em C D
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
G Em C D
Sebab kubilang kamu serakah

Interlude : G Em C D

G Em C D
belalang tua diujung daun
Dengan tenang meninggalkan harta karun
Warnanya hijau kehitam-hitaman
Berserat berlendir bulat lonjong sebesar biji kapas

G Em C D
Angin yang berhenti mendesir
Digantikan hujan rintik-rintik
Aku yang menulis syair
Tentang hati yang khawatir
Tak tahu kapan kisah ini akan berakhir

Back to : Reff

Coda : G Em C D 14x G

Aku Bukan Pilihan

G C
Kini Ku mengungkap tanya, siapakah dirinya
Em D Am
Yang mengaku kekasihmu itu
C D C D
Aku tak bisa memahami
G
Ketika malam tiba
C
Ku rela kau berada
Em D Am
Dengan siapa kau melewatinya
C D C D
Aku tak bisa memahami

Reff :
G C
Aku lelaki tak mungkin menerima bila
B7 Em Am D
Ternyata kau mendua, membuatku terluka
G C
Tinggalkan saja diriku, yang tak mungkin menunggu
B7 Em Am D
Jangan pernah memilih, aku bukan pilihan

G C
Selalu terungkap tanya, benarkan kini ada
Em D
Wanita yang kukenal hatinya
C D C D
Aku tak bisa memahami

C B7
Tak perlu memilihku
Am D7
Aku lelaki, bukan tuk dipilih

Aku Bukan Pilihan

G C
Kini Ku mengungkap tanya, siapakah dirinya
Em D Am
Yang mengaku kekasihmu itu
C D C D
Aku tak bisa memahami
G
Ketika malam tiba
C
Ku rela kau berada
Em D Am
Dengan siapa kau melewatinya
C D C D
Aku tak bisa memahami

Reff :
G C
Aku lelaki tak mungkin menerima bila
B7 Em Am D
Ternyata kau mendua, membuatku terluka
G C
Tinggalkan saja diriku, yang tak mungkin menunggu
B7 Em Am D
Jangan pernah memilih, aku bukan pilihan

G C
Selalu terungkap tanya, benarkan kini ada
Em D
Wanita yang kukenal hatinya
C D C D
Aku tak bisa memahami

C B7
Tak perlu memilihku
Am D7
Aku lelaki, bukan tuk dipilih

Bento

Intro : E
E
Namaku Bento, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
A
Orang memanggilku bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas segalanya
E
Asyik…!

E
Wajahku ganteng, banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
A
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
Yang penting aku senang, aku menang
B A
Persetan orang susah karena aku
B A
Yang penting asyik, sekali lagi
E
Asyik…!

Reff :
E
Khotbah soal moral, omong keadilan
A
sarapan pagiku
E
Aksi tipu-tipu, lobying dan upeti
A
wow…jagonya
E
Maling kelas teri, bandit kelas coro
A
itu kan tong sampah

B A
Siapa yang mau berguru datang padaku
B
Sebut tiga kali namaku
A
Bento, Bento, Bento
E
Asyik…!

Bongkar

Intro: Em



Em

Kalau cinta sudah di buang

C Em

Jangan harap keadilan akan datang

Em

Kesedihan hanya tontonan

C Em

Bagi mereka yang di perbudak jabatan



C Em

(*) O, o, ya o … ya o … ya bongkar

C Em


O, o, ya o … ya o … ya bongkar



Em

Sabar, sabar, sabar dan tunggu

C Em

Itu jawaban yang harus kami terima

Em

Ternyata kita harus turun ke jalan

C Em

Robohkan setan yang berdiri mengangkang



Kembali ke : (*)



G

Reff I : Penindasan serta kesewenang-wenangan

Am C Em

Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan

G

Hoi hentikan jangan di teruskan

Am C Em

Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan

C Em

O, o, ya o … ya o … ya bongkar

C Em

O, o, ya o … ya o … ya bongkar



G

Reff II : Di jalan kami sandarkan cita-cita

Am C Em

Sebab dirumah tiada lagi yang bisa dipercaya

G


Orang tua pandanglah kami sebagai manusia

Am C Em

Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta

lnt : Em

Kembali ke: (*), Reff I, Reff II

Buktikan

Intro : A

A
Kata-kata berbisa, mulut-mulut berbusa
A
Janji-janji bertebaran
Em A
Seperti biasa dari atas panggung atas nama bangsa
A
Yang mendengar terpeona bahkan ada yang terkesima
Em
Akupun tergoda untuk mengikuti apa yang terjadi
A
Apakah memang janji hanya janji

Reff :
A Em A
Buktikan, buktikan itu yang dinanti-nanti
A Em
Buktikan, buktikan kalau hanya omong
D E A
Burun beo pun bisa,.,

Intro : A

Em A
Kita hidup sering terancam
Em A
Tak ada jaminan keselamatan
Em A
Kamu ngomong tentang keaman
D A
Tapi makin banyak penggusuran

Em A
Kita hidup sering terancam
Em A
Tak ada jaminan keselamatan
Em A
kamu ngomong tentang kemakmuran
D A
Tapi makin banyak pengangguran

A
Kata-kata berbisa, mulut-mulut berbusa
A
Janji-janji berhamburan
Em A
Seolah-olah kami ini bodoh tak mengerti apa-apa
Em
Seolah-olah kami ini anak kecil
A
Yang bisa kau bohongi sesuka hatimu
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Cikal

chord= D A G A D and trussss

Kerbau di kepalaku ada yang suci
Kerbau di kepalamu senang bekerja
Kerbau di sini teman petani

Ular di negara maju menjadi sampah nuklir
Ular di dalam buku menjadi hiasan tatoo
Ular di sini memakan tikus

Kerbauku kerbau petani
Ularku ular sanca
Kerbauku teman petani
Ularku memakan tikus

Kerbauku besar, kerbauku seram
Tetapi ia bukan pemalas
Hidupnya sederhana, hmm… hmm…

Sancaku besar, sancaku seram
Mengganti kulit luar sarang, makan dan bertapa
Hidupnya sederhana

Ularku ular sanca
Kerbauku kerbau petani
Ularku memakan tikus
Kerbauku teman petani

Walau kerbauku bukan harimau
Tetapi ia bisa seperti harimau
Kerbauku tetap kerbau
Kerbau petani yang senang bekerja
Sancaku melilitnya
Kerbauku tidak terganggu
Karena sancaku dan kerbau temannya petani

Lalu dimana anak-anak sang tikus
Bayi, bayi, bayi, murni dan kosong
Bayi, bayi, bayi, bayi ya bayi

Kalau kita sedang tidur dan tiba-tiba saja kita terbangun
Karena lubang hidung kita terkena kumis harimau
Mungkin kita akan lari, ya lari, tetapi bayiku tidak
Bukan karena bayiku belum bisa berlari
Aku percaya, aku percaya
Bayiku tidak akan pernah berpikir bahwa harimau itu jahat
Bayiku menarik-narik kumis dan memukul-mukul mulut harimau
Harimau malah memberikan bayiku mainan
Bayiku menjadi bayi harimau
Bayi harimau anak petani
Seperti sanca melilit kerbau
Ia ada di gorong-gorong kota
Lantas apa agamanya?

REF 1:
Kerbauku kerbau petani
Ularku ular sanca
Bayiku murni dan kosong
Ia ada di gorong-gorong kota

REF 2:
Kerbauku kerbau petani
Ularku ular sanca
Bayiku bayi harimau
Ia ada di gorong-gorong kota

Bayi, bayi, bayi, murni dan kosong
Bayi, bayi, bayi, bayi harimau
Bayi, bayi, bayi, yang berkalung sanca
Bayi, bayi, bayi, yang disusui kerbau

Coretan Dinding

Chord = A C D / A C D C G A
D C A D
D C A F E C A

Coretan di dinding membuat resah
Resah hati pencoret mungkin ingin tampil

Tepi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan di dinding adalah pemberontakan
Kucing hitam yang terpojok di tiap tempat sampah

Ditiap kota . . . . .
Cakarnya siap dengan kuku-kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya

Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota

Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama-sama resah

Damai Kami Sepanjang Hari

G D A D
Hangat mentari pagi ini
G D A D
Antarku pulang dari bermimpi
G D A D
Ramah tersenyum matahari
G D A B
Inginkan aku tuk bernyanyi

D G D A
Indah pagi ini
D G A
Nada sumbang enyahlah kau
D G D A D
Biarkan kami

G D A D
Perlahan kau bangunkan aku
G D A D
Antarkan segelas kopi
G D A D
Dengar canda adik-adikku
G D A B
Inginkan aku segera bersatu

D G D A
Indah pagi ini
D G A
Nada sumbang enyahlah kau
D G D A D
Biarkan kami

Reff:
G F# E D C D
Semoga akan tetap abadi
G D A D G D A D
Pagi ini, pagi esok, esok hari, hari nanti
G F# E D C D
Semoga takkan pernah berhenti
G D A D
Canda haru, bercanda pagi
G D A D
Damai kami seepanjang hari
G F# E D C D
Semoga akan tetap abadi
G D A D G D A D
Pagi ini, pagi esok, esok hari, hari nanti
G F# E D C D
Semoga takkan pernah berhenti
G D A D
Canda haru, bercanda pagi
G D A D
Damai kami seepanjang hari

Di Bawah Tiang Bendera

Em G Em C G

Em C G
kita adalah saudara
Em C G
dari rahim ibu pertiwi
C G
ditempa oleh gelombang
D G
dibesarkan jaman
D
di bawah tiang bendera

dulu kita bisa bersama
dari cerita yang ada
kita bisa saling percaya
yakin dalam melangkah
lewati badai sejarah

reff:
pada tanah yang sama kita berdiri
pada air yang sama kita berjanji
karena darah yang sama jangan bertengkar
karena tulang yang sama usah berpencar
INDONESIA….. INDONESIA

mari kita renungkan
lalu kita bertanya
benarkah kita manusia
benarkah bertuhan
katakan aku cinta kau

Di Mata Air Tidak Ada Air Mata

Intro : G G/F# C

G D
Memetik gitar dan bernyanyi
Am Em
Pada waktu tak bertepi
C G
Di atas langit di bawah tanah
C D
Di hembus angin terseret arus
Am Em
Untuk saudara tercinta
C D G
Untuk Jiwa yang terluka

G D
Dengar lagu suaraku hilang
Am Em
Sebab hari semakin bising
C G
Hanya bunyi peluru di udara
C D
Gantikan denting gitarku
Am Em
Mengoyak paksa nurani
C D G
Jauhkan jarak pandangku

G C

Chorus:
G D
Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta
C D G
Walau aku tau tak terdengar
G D
Jariku menari tetap takkan berhenti
C D
Sampai wajah tak murung lagi

Intro : G G/F# C
G D C 2X

G D
Amarah sempat dalam dada
Am Em
Namun akalku menerkam
C G
Kubernyanyi di matahari
C D
Kupetik gitar di rembulan
Am Em
Di balik bening mata air
C D G
Tak pernah ada air mata
Am Em
Di balik bening mata air
C D G
Tak pernah ada air mata

end : G C D

Doa Pengobral Dosa

Intro : A F#m 2x
E D E A

A E
disudut dekat gerbong yang tak terpakai
F#m E
perempuan bermake-up tebal
D A
dengan rokok ditangan
E D A
menunggu tamunya datang

# A E
berpisah dari ramai
F#m E
bertemean nyamuk nakal
D A
dan segumpal harapan
E D E A
kapankah datang tuan berkantong tebal

reff:
F#m E
habis berbatang-batang tuan belum datang
D F#m E
dalam hati resah menjerit bimbang
D A D F#m
apakah esok hari anak-anakku dapat makan
E D E A
oh tuhan beri setetes rejeki

A C#m F#m
dalam hati yang bimbang berdoa
A C#m F#m
beri terang jalan anak hamba
D E A
kabulkanlah.. tuhan

Int : A E F#m E
D A E D A

back to : # and reff

Galang Rambu Anarki

Intro : A D A
E A

A D A E A
Galang rambu anarki anakku
D A E A
Lahir awal januari menjelang pemilu
A D A E A
Galang rambu anarki dengarlah
D A E A
Terompet tahun baru menyambutmu

E A…

A D A E A
Galang rambu anarki ingatlah
D A E D
Tangisan pertamamu ditandai bbm
E A
Membumbung tinggi (melambung)

Reff
E
Maafkan kedua orangtuamu
D E A
Kalau tak mampu beli susu
D A
Bbm naik tinggi
E A
Susu tak terbeli
D A
orang pintar tarik subsidi
E A
Mungkin bayi kurang gizi (anak kami)

A D A E A
Galang rambu anarki anakku

A C#m D E
Cepatlah besar matahariku
F#m E D7 E
Menangis yang keras, janganlah ragu
A C#m D E
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
F#m E A
Doa kami di nadimu

Int. D E F#m E
D A G F#m F E A
G F#m F E A
E A E A

Hadapi Saja

Intro :
F Dm G C
F Dm Am
Em Am Em F Am

Am Em
Relakan yang terjadi takkan kembali
Am Em
Ia sudah miliknya bukan milik kita lagi
Dm
Tak perlu menangis tak perlu bersedih
Am G
Tak perlu tak perlu sedu sedan itu
Am
Hadapi saja

Am
Pasrah pada Ilahi
Em
hanya itu yang kita bisa
Am Em
Ambil hikmatnya ambil indahnya
Dm
Cobalah menari cobalah bernyanyi
Am G
Cobalah-cobalah mulai detik ini
Am
Hadapi saja

Dm
Hilang memang hilang wajahnya
Am
Terus terbayang
Dm
Berjumpa di mimpi
C
Kau ajak aku untuk menari,
Em
bernyanyi
Am G F
Bersama bidadari malaikat
G Am
dan penghuni surga

Haruskah Pergi

Intro : D G 2X

D
Sering aku merasa
G
Tak mengerti dengan apa yang ada
Bm
Melihat dari kegelapan
A G
Mencoba mengurai makna

Begitu banyak yang terjadi
Begitu banyak yang tak ku pahami
Orang saling membenci
Membunuh dan melukai

Perang masih terjadi
Bencana bertubi-tubi
Kerinduan tercampak
Kesepian merajai

Chorus
D
Aku ingin pergi
G
Meninggalkan ini semua
Bm A G
Menemani senja yang sedang berduka

Aku harus pergi
Meninggalkan semua ini
Menemui kamu yang mengajak bercinta

Intro : D G Bm A G

Air mata nyaris jatuh
Di pelataran rumah yang teduh
Mayat mu terkapar
Di lemari-lemari berdebu

Ada apa gerangan
Mengapa mesti tergesa-gesa
Tak bisakah tenang
Menikmati bulan penuh dan bintang
Lalu mengarungi waktu
Dengan lapar yang menyakitkan
Menyikapi semu dengan kesabaran

Back to chorus

Ibu

Intro : Em Em C Am Em

#
Em C Em
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
C Am Em Em
Lewati rintang untuk aku anakmu
Em C Em
Ibuku sayang masih terus berjalan
C Am Em
Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah

G Am
Seperti udara…
C Em
Kasih yang engkau berikan
G Am
Tak mampu ku membalas
Am
Ibu… Ibu…

Intro : Em Em C Am Em

Em
Ingin kudekat
C Em
Dan menangis di pangkuanmu
C Am
Sampai aku tertidur
Em
Bagai masa kecil dulu

G Am
Lalu doa-doa
C Em
baluri sekujur tubuhku
G Am
Dengan apa membalas
Am
Ibu… Ibu…

kembali ke :#

Ijinkan Aku Menyayangimu

Intro : F#m C#m F#m E 2X

F#m C#m
Andai kau ijinkan, walau sekejap memandang
F#m E
Kubuktikan padamu, aku memiliki rasa
F#m C#m
* Cinta yang kupendam, tak sempat aku tanyakan
F#M E
Karena kau t’lah memilih, menutup pintu hatimu

D
Ijinkan aku membuktikan
C#m
Inilah sesungguhnya rasa
F#m D E
Ijinkan aku menyayangimu

Reff:
A F#m
Sayangku… oh… oh…
D E
Dengarkanlah isi hatiku
A F#m
Cintaku… oh… oh…
D G E
Dengarkanlah isi hatiku

Int: D C#m F#m E

Back to *, Reff

Int: A D F#m E (2x)

D
** Bila cinta tak menyatukan kita
C#m
Bila kita tak mungkin bersama
G E
Ijinkan aku tetap menyayangimu

Back to Reff, Coda

Coda
D C#m
Aku sayang padamu
D A
Ijinkan aku membuktikan

Jangan Tutup Dirimu

Intro : A E A E D E A
A E A E A

A Bm E
Dari hati yang paling dalam
A C#m D
Kudendangkan…sebuah
F#m
lagu temani sepi
D E
Sejenak iringi nurani

A Bm E
Ada jarak diantara kita
A C#m D
Selimuti sekian waktu
F#m
t’lah tersita
D
Ingin kubilang jarak
E A
terbentang….semoga

Chorus :
A C#m
Datanglah kau kekasih
F#m D Dm
Dekap aku erat-erat
A D E
Jangan buang pelukku yang tulus

A C#m
Biarkan hujan turun
F#m D Dm
Basahi jiwa yang halus
A E A
Jangan tutup dirimu

Intro : A Dm 2X

A Bm E
Buat apa kau diam saja
A C#m D F#m
Bicaralah agar aku semakin tau
D E
Warna dirimu duhai permata

A Bm E
Kau mimpiku…aku tak bohong
A C#m
Seperti yang kau kira
D F#m
Seperti yang s’lalu kau duga
D E A
Pintaku kau percayalah usah ragu

Chorus :
A C#m
Datanglah kau kekasih
F#m D Dm
Dekap aku erat-erat
A D
Jangan campakkan pelukku
E
yang tulus
A C#m
Biarkan hujan turun
F#m D Dm
Basahi jiwa yang kering
A E A
Jangan tutup dirimu
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Karena Kau Manusia

Intro = E A E
F#m C#m A B

E A E
Aku menyayangimu karena kau manusia
F#m A
Tapi kalau kau sewenang-wenang kepada manusia
E F#m B E
Aku akan menentangmu karena aku manusia

Intro

Aku menyayangimu karena kamu manusia
Tapi kalau kau memerangi manusia
Aku akan mengutukmu karena aku manusia

Intro

Aku menyayangimu karena kamu manusia
Tapi kalau kau menghancurkan kemanusiaan
Aku akan melawanmu karena aku manusia

Intro

F#m A
Aku akan tetap menyayangimu
F#m E
Karena kau tetap manusia
B E
Karena aku manusia

Kemesraan

D G
Suatu hari Dikala kita duduk ditepi pantai
Em A D
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi
D G
Burung camar terbang bermain diderunya air
Em A D
Suara alam ini hangatkan jiwa kita
D G
Sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam
Em A D
Suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta
D G
Ada hati membara erat bersatu
Em A D
Getar seluruh jiwa tercurah saat itu

Reff:
G A D
Kemesraan ini… janganlah cepat berlalu
G A D
Kemesraan ini… inginku kenang selalu
G A D
Hatiku damai… jiwaku tentram disamping mu
G A D
Hatiku damai… jiwa ku tentram bersamamu

Ku Menanti Seorang Kekasih

lntro : F Dm Bb C

F Bb
Bila mentari bersinar lagi

C F C
Hatiku pun ceria kembali
F Bb
Ku tatap mega tiada yang hitam
C F
Betapa indah hari ini

(*)
C
Ku menanti seorang kekasih

Bb F

Yang tercantik, yang datang di hari ini

C

Adakah dia kan selalu setia

F Bb F
Bersanding hidup penuh pesona
C F
Harapanku

Chorus :
Bb C F
Jangan kau tak menepati janji

C F
Datanglah dengan kasihmu
Bb C F
Andai kau tak datang hari ini
C F
Punah harapanku

lnt: F Dm Bb C

F Bb
Ku tatap mega tiada yang hitam
C F
Betapa indah hari ini

Back to (*)

Kupu-kupu Hitam Putih

C F C
Menunggu matahari terbit
F C Dm
Di musim hujan
C F Dm
Mendung menjadi teman
C F C
Ada juga keindahannya

C F C
Butir embun yang ada di daun
F C Dm
Bagai intan berlian
C F Dm
Lebih riang ia berkilauan
C F C
Karena matahari tertutup awan

C F C
Suara burung-burung di dahan
F C Dm
Nyanyian alam
C F Dm
Bekerja ia mencari makan
C F C
Ada juga yang membuat sarang

Bridge
Dm Em F C
Iri aku menyaksikan itu
Dm Em F G
Tapi kutekan aku harus bersyukur
Dm Em F C
Berguru pada kenyataan
Dm Em F G
Pada makhluk Tuhan yang katanya tak berakal

F#m C#m
Mendung datang lagi setelah hangat sebentar
G C#m
Butir embun hilang aku jadi termenung
D C#m
Mencari pegangan mencoba untuk bersandar
D F#m C#m
Langit makin hitam aku jadi bersandar pada hujan
Cm Bm Bb Am
Ho ho ………..

La la la

C Em
Kupu kupu hitam putih terbang di sekitarku
Bb Am
Melihat ia menari hatiku terpatri
C Em
Sepasang merpati bercumbu di balik awan
Bb Am
Kemudian ia turun menukik sujud syukur padaNya

Coda : C Em Bb Am 3x

Maaf Cintaku

D

Em D
Ingin kuludahi mukamu yang cantik
Em D D-D/C#
Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik
Bm F#m
Ingin kucongkel keluar indah matamu
G D A D
Agar engkau tahu memang indah matamu

Em D
Harus kuakui bahwa aku pengecut
Em D D-D/C#
Untuk menciummu juga merabamu
Bm F#m
Namun aku tak takut untuk ucapkan
G D A D
Segudang kata cinta padamu

Chorus
F#m G F#m G
Mengertilah Perempuanku
D A Bm
Jalan masih teramat jauh
D A
Mustahil berlabuh
Bm G
Bila dayung tak terkayuh
D G A D
Maaf cintaku Aku menggurui kamu

Intro

Chorus II

Mengertilah Perempuanku
Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku Aku nasehati kamu
Maaf cintaku Aku menggurui kamu

Mabuk Cinta

Intro = E F#m G#m F#m E

E F#m G#m F#m

Pagi ini ayamku berkokok keras sekali

E F#m G#m F#m

Seperti memaki bangunkan aku dari mampi

E F#m G#m F#m E

Daram diram…

Hari ini pacarku yang cantik telah kembali

Melelehkan hatiku yang selama ini mati suri

A G#m F#m E E-F#m-G#m-A

Aku bahagia sekali lagi ku jatuh cinta

A G#m F#m B

Hari istimewa karena kau kembali percaya padaku

Chorus

E F#m G#m F#m

Oooo hari ini aku bahagia kau kembali….

E F#m G#m F#m E F#m G#m F#m

Oooo hari ini aku bahagia Jatuh cinta lagi …

E F#m G#m F#m

Wangiku, hangat mentari semua jelas kurasakan asik sekali

E F#m G#m F#m

Rasa benci sakit hati terbang menghilang jauh pergi

Aku bahagia

denganmu lagi ku jatuh cinta

Hari istimewa

Karena kau kembali percaya padaku

Chorus, intro

Guitar intro = E F#m G#m F#m

A G#m B E

Jika aku tahu dari dulu saja aku tak mau hianati kamu

A G#m B

Jika aku tahu begini rasanya aku mau bahagia sampai mati

Chorus

F# G#m Bbm G#m

Oooo hari ini aku bahagia kau kembali….

F# G#m Bbm G#m

Oooo hari ini aku bahagia Jatuh cinta lagi …

coda = E F#m …….

Ku mabuk cinta ….

Lagi-lagi mabuk

Lagi-lagi cinta

Manusia Setengah Dewa

Intro : A A

A E F#m C#m
Wahai presiden kami yang baru
D E
Kamu harus dengar suara ini
A E F#m C#m
Suara yang keluar dari dalam goa
D E
Goa yang penuh lumut kebosanan

A E F#m C#m
Walau hidup adalah permainan
D E
Walau hidup adalah hiburan
A E F#m C#m
Tetapi kami tak mau dipermainkan
D E
Dan kami juga bukan hiburan

F#m C#m D E
Turunkan harga secepatnya
F#m C#m D E
Berikan kami pekerjaan
F#m C#m
Pasti kuangkat engkau
D E
Menjadi manusia setengah dewa

Chorus:
A D A E
Masalah moral masalah akhlak
A D E
Biar kami cari sendiri
A D A E
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
A D E
Peraturan yang sehat yang kami mau

F#m C#m D E
Tegakkan hukum setegak-tegaknya
F#m C#m D E
Adil dan tegas tak pandang bulu
F#m C#m
Pasti kuangkat engkau
D E
Menjadi manusia setengah dewa

Intro : A E F#m C#m D E 2X
Back to Chorus

F#m C#m D E
Turunkan harga secepatnya
F#m C#m D E
Berikan kami pekerjaan
F#m C#m D E
Tegakkan hukum setegak-tegaknya
F#m C#m D E
Adil dan tegas tak pandang bulu
F#m C#m
Pasti kuangkat engkau
D E
Menjadi manusia setengah dewa

A E F#m C#m
Wahai presiden kami yang baru
D E
Kamu harus dengar suara ini
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Mata Dewa

Intro : E C#m A B 2X

E F#m
Di atas pasir senja pantai Kute
A B
Saat kau rebah di bahu kiriku
E F#m
Helai rambutmu halangi khusukku
A B
Nikmati ramah mentari yang pulang

E B
Seperti mata dewa
A B
Seperti mata dewa
E B
Seperti mata dewa
A B
Seperti mata dewa

Aku berdiri tinggalkan dirimu
Waktu sinarnya jatuh di jiwaku
Gemuruh ombak sadarkan sombongku
Ajaklah aku wahai sang perkasa
Seperti mata dewa 4X

E A B
Yang menangis tinggalkan diriku
Yang menangis lupakanlah aku
Yang menangis tinggalkan diriku
Yang menangis lupakanlah aku
E B A B E
Senja di hati

E B A B E

Lidah gelombang jilati batinku
Belaian karang sampai ke jantungku
Jingga terbakar ajak aku pergi
Kasihku tulus setulus indahmu
Seperti mata dewa 4X
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Negeriku

Intro : D

G D
Bersih, bersih, bersih, bersihlah negeriku
G D
Malu, malu, malulah hati
A D
Kotornya teramat gawat, ya kotornya sangat
A D
Inilah amanah yang menjadi keramat

Bersih, bersih, bersih, bersihlah diriku
Sebelum menyapu sampah dan debu-debu
Nyanyian berkarat sampai ke liang lahat
Atas nama rakyat yang berwajah pucah

Chorus :
G F#m
Negeriku, negeri para penipu
G A
Terkenal ke segala penjuru
G F#m
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
G A
Inilah sorga, sorganya sorga
G A D
Negeriku, ngeriku

Busuk, busuk, busuk, busuk bangkai tikus
Yang mati karena dihakimi rakyat
Adakah akhirat menerima dirinya
Adakah di sana yang masih bisa bercanda dengan rakus

Chorus

Bersih, bersih, bersih, bersihlah negeriku
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Pesawat Tempur

Intro : A

A
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
F#m E D A
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
A
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
F#m E D A
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur

A
Hei…kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
F#m E D A
Sebentar saja nona..sebentar saja hanya sebentar
A
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
F#m E D A
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak

F#m E F#m B
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau
F#m E
Jangan bilang tidak … bilang saja iya…
D B E7 E
Iya lebih baik daripada kau menangis

A
Penguasa…penguasa…berilah hambamu uang
D A
Beri hamba uang Beri hamba uang

Int : A F#m E A
A F#m E F#m G A

A
Oh..ya andaikata dunia tak punya tentara
F#m E D A
Tentu tak ada perang yang akan makan banyak biaya
A
Oh…ya andaikata dana perang buat diriku
F#m E D A
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum

F#m E
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
F#m B
Westerling pun tersenyum
F#m E
Oh…singgahlah sayang …pesawat tempurku
D B E7 E
Mendarat mulus didalam sanubariku
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Rinduku

Intro : Bm – A – G – Em (3x)

C#m – F# – E – Em

D A Bm

Tolong rasakan ungkapan hati

G A D

Rasa saling memberi

D Bm

Agar semakin erat hati kita

G A D

Jalani kisah yang ada

Reff :

F# Bm

Ku tak pernah merasa jemu

F# Bm

Jika kau selalu disampingku

F# Bm A

Begitu nyanyian rinduku

G A D

Terserah apa katamu

(*)

Em A D

Rambutmu………. matamu

Em A D

Bibirmu ………….. kurindu

Em A D

Senyumu ……….. candamu

Em A Bm

Tawamu ………… kurindu

Intro : Bm – A – G – Em

Bm – A – Em

D A Bm D

Beri aku waktu sedetik lagi

G A D

Menatap wajahmu

D A Bm D

Esok hari ini atau nanti

G A D

Mungkin tak kembali

Back to Reff

Music : G – A – Em – G

A – C – Em – D – A

Back to Reff and (*)

Coda : Bm – A – G – Em

Bm – A – Em
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Sarjana Muda

Dm Am

Berjalan seorang pria muda


F C Dm

Dengan jaket lusuh dipundaknya


Dm Am

Di sela bibir tampak mengering

F C Dm

Terselip s’batang rumput liar

Dm Am

Jelas menatap awan berarak

F C Dm

Wajah murung s’makin terlihat

Dm Am

Dengan langkah gontai tak terarah

F C Dm

Keringat bercampur debu jalanan



F C

Reff I : Engkau sarjana muda


Dbdim Dm

Resah mencari kerja

Bb F C

Mengandalkan ijasahmu

F C

Empat tahun lamanya

Dbdim Dm

Bergelut dengan buku


Bb F C

‘Tuk jaminan masa depan

Dm Am

Langkah kakimu terhenti


Dm Am Dm

Di depan halaman sebuah jawaban



lnt : Dm Bb C Dm

Dm Bb C F Bb A



Dm Am

Termenung lesu engkau melangkah

F C Dm

Dari pintu kantor yang di harapkan

Dm Am

Tergiang kata tiada lowongan

F C Dm

Untuk kerja yang di dambakan

Dm Am

Tak peduli berusaha lagi

F C Dm

Namun kata sama yang kau dapatkan

Dm Am

Jelas menatap awan berarak

F C Dm

Wajah murung s’makin terlihat



F C

Reff II : Engkau sarjana muda

Dbdim Dm

Resah mencari kerja

Bb F C

Tak berguna ijasahmu

F C

Empat tahun lamanya

Dbdim Dm

Bergelut dengan buku

Bb F C

Sia-sia semuanya



Dm Am

Setengah putus asa dia berucap

Dm

“maaf ibu…”

[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Semoga Saja Kau Benar

Intro: Em

Em
Berbondong-bondong orang cumbui angan di bibir pelabuhan
Em
Tinggalkan tanah lahir desa tercinta menuju pulau surga

C Em
Selamat tinggal semua bukan aku tak cinta
C Em
Tiada lagi tersisa bahkan mimpi kubawa

Em
Isak tangisan bayi dalam gendongan tak goyahkan lamunan
Em
Raung sirine kapal jangkar diangkat segeralah berlayar

C Em
Selamat tinggal semua bukan aku tak cinta
C Em
Tiada lagi tersisa bahkan mimpi kubawa

Int: D Em D Em (2x)
D Em C D Em C Em

Em
Perlahan-lahan kapal jauhi tepi malas mengangkut mimpi
Em
Mercusuar dermaga dan burung camar mengusap air mata

C Em
Selamat jalan kawan bukan aku tak cinta
C Em
Mungkin saja kau benar smoga saja kau benar

Coda: D Em D Em (2x)
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Sore Tugu Pancoran

F C G C
Si Budi kecil kuyup menggigil
F C G C
Menahan dingin tanpa jas hujan
F C G C
Di simpang jalan tugu Pancoran
F C G C
Tunggu pembeli jajakan koran

F C G C
Menjelang Maghrib hujan tak reda
F C G C
Si Budi murung menghitung laba
F C G C
Surat kabar sore dijual malam
F C G C
Selepas isya’ melangkah pulang

Reff.
C/B Am G F G C
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
C/B Am G F G C
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
C/B Am G F G C
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
C/B Am G F G C
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Int : C C/B Am G (2x)

F C G C
Cepat langkah waktu pagi menunggu
F C G C
Si Budi sibuk siapkan buku
F C G C
Tugas dari sekolah selesai setengah
F C G C
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

Kembali ke Reff. (2x)

Coda : C C/B Am G (2x)
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Suara Hati

Intro: D C G (4X)
D C (4x)

D C D
Apa kabar suara hati
C D
Sudah lama baru terdengar lagi
C D
Kemana saja suara hati
C D
Tanpa kau sepi rasanya hari

Int: D C D C

D C D
Kabar buruk apa kabar baik
C D
Yang kau bawa mudah-mudahan baik
C D
Dengar-dengar dunia lapar
C D
Lapar sesuatu yang benar

(*)
D C D C
suara hati kenapa pergi
D C D C
suara hati jangan pergi lagi
D C D C
suara hati kenapa pergi
D C D C
suara hati jangan pergi lagi

Int: D C (8X)
D C D
Kau dengarkan orang-orang yang menangis
C D
Sebab hidupnya dipacu nafsu
C D
Kau rasakan sakitnya orang-orang yang terlindas
C D
Oleh derap sepatu pembangunan

lnt: D C (2X)

D C D
Kau lihatlah pembantaian
C D
Demi kekuasaan yang secuil
C D
Kau tahukah alam yang kesakitan
C D
Lalu apa yang akan kau suarakan

Kembali ke: (*)

lnt: D C (7X)

(**)

D C D
Apa kabar suata hati
C D
Sudah lama baru terdengar lagi
C D
Kemana saja suara hati
C D
Tanpa kau sepi rasanya hari

Kembali ke: (**)
Coda: D C G (4X)
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Ikan-ikan

Intro = D G A ….. trus..

D
Ikan-ikan kecil
G A D
Jadi santapan ikan-ikan besar
G A D
Agar warna kulitnya berkilau
G A D
Di dalam akuarium kehidupan

Gelembung-gelembung udara
Jadi syarah hidup sejahtera
Jikalau tidak mau celaka
Bikin senang hati pemiliknya

Intro …

Ikan-ikan kecil
Disudut kiri tepi televisi
Menjadi hiasan tersendiri
Walau tak lama mereka pergi

Ini kisah menahun
Juga tragedi bertahun-tahun
Dibungkus merdu gemerincik air
Jadi hiburan keluarga rutin

Intro

Chorus
C G D
Ikan-ikan kecil mati
C G D
Dimakan ikan-ikan besar
C G D
Walau begitu adanya
F C G D
Ku akui hatiku tergetar

C G D
Ikan-ikan besar mati
C G D
Sgala yang hidup pasti mati
C G D
Begitu pun pemiliknya
F C G
Penjual dan penikmatnya
F#m G
Tak ada yang lepas dari kematian

F#m G
Tak ada yang bisa sembunyi dari kematian
Passteeeee

Intro …. chorus
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Negara

D

D G D
Negara harus bebaskan biaya pendidikan
Negara harus bebaskan biaya kesehatan
Negara harus ciptakan pekerjaan
Negara harus adil tidak memihak

(*)
Em G D
Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap

Em G A
Kenapa tidak orang kita kaya raya
Em G A
Baik alamnya maupun manusianya
Bm G
Dan ini yang kita pelajari sejak bayi
E A A-G-F#m-E-D
Hanya saja kita tak pandai mengolahnya

D G
Oleh karena itu bebaskan biaya pendidikan
Biar kita pandai mengarungi samudra hidup
Biar kita tak mudah dibodohi dan ditipu
Oleh karena itu biarkan kami sehat
D A
Agar mampu menjaga kedaulatan tanah air ini

(**)
Bm A
Negara… negara…
G A
Negara harus seperti ini
F C D
Bukan hanya di sorga di duniapun bisa

Negara… negara…
Negara harus begitu
Kalau tidak bubarkan saja
Atau ku adukan pada Sang Sepi

Negara harus berikan rasa aman
Negara harus hormati setiap keyakinan
Negara harus bersahabat dengan alam
Negara harus menghargai kebebasan

back to (*)

Tak Pernah Terbayangkan

E C#m
Tak pernah terbayangkan
B A B E
Bila harus berjalan tanpa dirimu
C#m
Tak pernah terpikirkan
B A B A
Bila aku bernafas tanpa nafasmu
F#m B
Nafasmu

C#m B Asus
Takdir sudah pertemukan kita
C#m B Asus
Tuk berdua dan saling menjaga
C#m B Asus
Dan tak mau aku melewati
A B
Semua ini tanpamu

Kau hangatkan genggaman tanganku
Dan berkata akulah milikmu
Dan tak mau aku menjalani
Dunia ini tanpamu

Back to (*)
Intro = F Dm C Bb C F 2x

F Dm
Tak pernah terbayangkan
C Bb C F
Bila harus berjalan tanpa dirimu
Dm
Tak pernah terpikirkan
C Bb C F
Bila aku bernafas tanpa nafasmu

End …..
C Bb C Bb
Bila aku bernafas tanpa nafasmu
Gm C
Nafasmu
Dm C Bb
Takdir sudah pertemukan kita

Terminal

Intro : G
Em

Em
Hangatnya matahari
D Em
Membakar tapak kaki
D Em
Siang itu di sebuah terminal yang rapi
Wajah pejalan kaki
D Em
Kusut mengutuk hari
D Em
Jari-jari kekar kondektur genit gonta ganti
D Em
Dari sebelah warung sebuah wc umum
D Em
Irama melayu terdengar akrab mengalun

Chorus :
D Em
Iringi deru mesin-mesin
D Em
Iringi tangis yang kemarin

(*)
Em
Bocah kurus tak berbaju
D Em
yang tak kenal bapaknya
D Em
Tajam matamu liar mencari mangsa
Ramai para pedagang
D Em
datang tawarkan barang
D Em
Ratap pengemis bak meriam dalam pelang

Chorus

D Em
Aku datangi kamu lewat lagu
D C
Kudatangi kamu
G Em
Langitku masih biru
D
Nyanyian duka nyanyian suka
C
Tarian duka tarian suka
Em
Apakah ada bedanya

Guitar solo :
Back to (*)
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Ujung Aspal Pondok Gede

Intro: G C G C
G D Em C D G C (2X) G C

G D Em C D G C
Di kamar ini aku dilahirkan
G D Em C D G C
Di balai bambu buah tangan bapakku
G D Em C D G C
Di rumah ini aku dibesarkan
G D Em C D G
Dibelai mesra lentik jari i..bu

G D Em C D G C
Nama dusunku Ujung Aspal Pondok Gede
G D Em
Rimbun dan anggun
D C D G C
Ramah senyum penghuni dusun

Int: G D Em C D G C (2x) G C

G D Em
Kambing sembilan
C D G C
Motor tiga bapak punya
G D Em C
Ladang yang luas, habis sudah
D G C G
Sebagai gantinya

Chorus:
Em Bm
Sampai saat tanah moyangku
C G
Tersentuh sebuah rencana
C G Am
Dari serakahnya kota
C G D G
Terlihat murung wajah pribumi
C G D G C G
Terdengar langkah hewan bernyanyi

Int: Em
Bm C G C G Am C D G C G

G D Em C
Di depan masjid samping rumah
D G C
Wakil pak lurah
G D Em
Tempat dulu kami bermain
C D G C
Mengisi cerahnya hari
G D Em
Namun sebentar lagi
C D G C
Angkuh tembok pabrik berdiri
G D Em
Satu persatu sahabat pergi
C D G C G
Dan takkan pernah kembali

Chorus:
Em Bm
Sampai saat tanah moyangku
C G
Tersentuh sebuah rencana
C G Am
Dari serakahnya kota
C G D G
Terlihat murung wajah pribumi
C G D G D Em C D
Terdengar langkah hewan bernyanyi

Outro: G
[C]opyright KordKita dot Web dot Id

Wakil Rakyat

Intro : C

C F C
Untukmu yang duduk sambil diskusi
G C
Untukmu yang biasa bersafari
Am F C
Di sana, di gedung DPR

Wakil Rakyat kumpulan orang-orang hebat
Bukan kumpulan teman-teman dekat
Apalagi sanak famili

c G F
Di hati dan lidahmu kami berharap
G C
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
G F
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
G C
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

F C G C

Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Meroke

Saudara dipilih bukan dilotre
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he’eh
Juara ha ha ha

intro : C F C
C F G
C Bb C
C F 2x

Back to top

C Am C Am
Wakil Rakyat seharusnya merakyat
D F G C
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Am C Am
Wakil Rakyat bukan paduan suara
D F G C
Hanya tau nyanyian lagu setuju

Yakinlah

Am
Nyanyikanlah lagu indah
Dm Am
Hanyalah untukku
Dm Am
waktu temaram datang ketuk hati

Dm Am Dm Am
Tolong kau dendangkan usaplah nurani
G Am
Agar tak kelam

Am G Am
Sekali lagi kuminta coba kau nyanyikan
G Am
Semoga dapat kurasa ikhlas mu
Dm Am
Pasti kan kudengar
Dm Am
Pasti ku resapi
G Am
Kasih yang hilang

G Am
Bukan ku tak mau mengalunkan laguku
G Am
Kutakut menyakiti telingamu
G Am
Bukan aku enggan memainkan gitarku
G Am
Sebab cinta bukan hanya nada

Dm Am Dm Am
Kalau kita saling percaya
Dm Am
Tak perlu nada tak perlu irama
F G Am
Berjalanlah hanya dengan diam

Yang Tercinta

intro = F C 2X
F
Tidurlah dalam pelukanku
C
Lelaplah dalam mimpi indah
F
Biarkanlah sejenak saja
C
Berlalu semua luka luka

Dm Am
Tenanglah tenanglah
B E
Hapuskan semua duka derita
Dm Am
Tenanglah sayangku
B E
Pasti kan ada hari yang indah

Andaikan masih ada resah
Eratkan lagi dekapanmu
Dan sekali lagi kau cobalah
Meski lelah hati yang ada

(*)
Tenanglah sabarlah
Pasti kan ada hari yang indah
Dekatlah sayangku
Hapuskan semua duka derita

Am E
Biar
Dm F
Kita menipu diri dengan hangatnya cinta
Am E
Oh biar
Dm F E
Lupakan sementara semua duka terasa

F C
Ho… ho ho ho
Ho… ho ho ho

Back to (*)

Am E Dm Am
Tidurlah … tenanglah
Am E Dm A
Tidurlah … tenanglah

Yang Terlupakan

Intro : D A Bm A
G D Em G Gm D

D A Bm A
Denting piano kala jemari menari
G D Em G
Nada merambat pelan di kesunyian malam
Gm D F#m Bm
Saat datang rintik hujan bersama sebuah bayang
G A D A G
Yang pernah terlupakan

(*)

D A Bm A
Hati kecil berbisik untuk kembali padanya

G D Em G

Seribu kata menggoda seribu sesal di depan mata

Gm D F#m Bm

Seperti menjelma waktu aku tertawa

G A D

Kala memberimu dosa

D D/C# Bm A Bm A D

Da..ra O….maafkanlah

A Bm A G

Da..ra O….maafkanlah

Chorus :
D F#m Bm A
Rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi

D F#m Bm A

Haruskah aku lari dari kenyataan ini

G Gm D Bm

Pernah ku mencoba tuk sembunyi

G A D

Namun senyum mu tetap mengikuti

D F#m Bm G F#m Em 2X end A
La la la

Back to : (*)
Int : A Bm A D A Bm G

Kamis, 21 Oktober 2010

Macam Macam Jomblo


Iseng Mumpung lagi Jomblo ... Ternyata dalam status Jomblo itu terbagi-bagi menjadi 9 jenis status jomblo. Hal ini gak pernah guw Duga, entah karena guw ini memiliki status jomblo apa dan bagaimana ciri-cirinya. Karena bagi Guw yang namanya jomblo itu ya sendirian ga punya pacar entah itu cewek maupun cowok. Ga ada masalah kok dengan status yang namanya jomblo itu. Buktinya tetep aja happy-happy ajah orang-orang jomblo. Yah memang ada plus dan minusnya sih. Tapi yang jelas orang jomblo bukan berarti ga laku cuman belum laku . Ya udah mari kita simak langsung jenis-jenis status jomblo.

Rabu, 20 Oktober 2010

Kekuatan Mimpi Sebagai Sumber Motivasi

Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka.

Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju. Impian merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Dunia ini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan tehnologi yang lebih hebat itu berkat impian orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para pemimpi.

Menurut Francis Ford Coppola, "It was the man's dream, and his inspiring attempt to make them come true that remain important. – Itu mimpi manusia yang terpenting, dan upayanya yang inspiratif mengupayakan mimpi itu menjadi kenyataan." Kemajuan kehidupan saat ini merupakan hasil impian generasi pendahulu kita.

Monyet Dan Inspirasinya

Seorang profesor sedang mengadakan penelitian terhadap beberapa ekor monyet.

Monyet A dan monyet B dimasukkan kesebuah ruangan tertutup yang didalamnya
diletakkan sebatang tiang, dimana pada puncak tiang itu terdapat setandan
pisang.

Monyet A mulai memanjat tiang itu, pada saat yg bersamaan sang profesor
menyiramkan air sehingga terpelesetlah monyet A dan jatuh.

Monyet A berusaha untuk memanjat lagi, tapi krn licin, kembali dia terjatuh,
begitu seterusnya, sehingga monyet A menyerah.

Kemudian giliran monyet B, melakukan hal yg sama dengan monyet A, berulang
kali mencoba dan jatuh, menyerah jugalah monyet B.

Kemudian, sang profesor memasukkan monyet C kedalam ruangan tersebut.

Hidup Adalah Pilihan

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit
yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku
dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya
tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam
musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun
pagi di pucuk-pucuk daunku."

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah
ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana
sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan
tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan
terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan
pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk
mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai
semuanya aman."

Kelinci Dan Kura Kura

Di suatu masa disuatu dimensi,kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat.

Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya.

Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi, "Ah,gue istirahat dulu, ntar kalo si kura-kura dah deket baru gue lari lagi.". Kelinci duduk di bawah pohon (ga di atas pohon karena kelinci ga bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules.

Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu lari.

Omong Kosong

Ketika Sang Guru berbicara tentang daya hipnotis kata-kata, seseorang dari bagian belakang berteriak, "Anda omong kosong! Jika saya mengatakan Tuhan, Tuhan, Tuhan, apakah itu akan membuat saya ilahi? Dan jika saya mengatakan dosa, dosa, dosa, apakah itu akan membuat saya jahat?"

"Duduk, bajingan!" kata Sang Guru.

Kontan saja, orang itu segera naik pitam. Mukanya merah padam. Ia terdiam sesaat, lalu dengan suara serak ia ungkapkan rasa tersinggung dan sakit hatinya.

Sang Guru kelihatan menyesal sekali dan kemudian berkata, "Maafkan saya, Tuan, saya memang khilaf. Saya sungguh-sungguh minta maaf atas kelancangan yang tidak termaafkan itu."

5 Peraturan Untuk Hidup Bahagia

Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia.

1. Bebaskan dirimu dari kebencian

2. Bebaskan pikiranmu dari kesusahan.

3. Hiduplah secara sederhana.

4. Berilah lebih.

5. Kurangilah harapan.

Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai baru dari awal.
Setiap orang dapat mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru.

Tuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, kebahagiaan untuk air mata, dan terang dalam perjalanan.

CINTA...

Pada waktu cinta bersinar, itu sebuah kebahagiaan

Pada waktu cinta mengalir, itu sebuah kasih sayang

Pada waktu cinta memukul, itu sebuah amarah

Pada waktu cinta meragi, itu sebuah kedengkian

Pada waktu cinta menyatakan semuanya "tidak", itu sebuah kebencian

Pada waktu cinta beraksi, itu sebuah kesempurnaan

Pada waktu cinta mengetahui, itu adalah saya

Bangunan Logika Dan Perasaan Massa Dalam Percaturan Langit

Logika dan perasaan adalah dua bagian dalam tubuh manusia yang terlampau berharga untuk dibuang. ia merupakan susunan tak terlewat dari hidup kita sebagai manusia. logika dan perasaan tersebut masing masing masih bisa di bagi menjadi dua bagian, dimana satu bagian adalah logika dan perasaan umum serta yang kedua adalah yang lebih bersifat ruhiyah atau logika dan perasaan 'langiti'(saya lebih suka menyebutnya demikian)


logika dan perasaan secara umum dapat di lihat dari sinetron-sinetron (yang makin hari makin mengerikan sekaligus menggelikan), film, bahkan berita politik negara kita. logika semacam ini mengingatkan saya pada sebuah cerita:


suatu hari seorang pelaut muda berlayar dengan pelaut tua. sang pelaut muda menantang pelaut tua ' hei pak tua, mari kita beradu cepat menyeberang selat ini'. sang pelaut tua hanya tersenyum, maka dimulailah perlombaan menyeberang selat tadi.sang pelaut muda langsung membelah ombak dan berlayar, sedangkan pelaut tua mengambil bekal dan malah makan-makan di pantai.


'usia tua memang membuat orang menjadi lambat' pikir sang pelaut muda. ia terus berlayar, sampai selang berapa lama badai menghantam, sang pelaut muda mengarahkan layar, mendayung cadik, serta serangkaian tindakan lain yang mengesankan. dalam waktu dua jam, sang pelaut muda telah kehabisan tenaga dan layar perahunya pun sudah patah. ia memutuskan untuk beristirahat dan memperbaiki layar.


tiga hari kemudian, dengan sisa-sisa tenaga dan bekal yang ada pelaut muda sampai juga di sebuah pulau. ia berhasil melintasi selat. 'ah kalau aku saja perlu tiga hari untuk menyeberang, pasti pak tua itu satu bulan. aku bisa beristirahat dulu di warung itu' kebetulan ada warung di tepi pantai. pelaut muda itu berjalan terhuyung, perutnya kelaparan dan tubuhnya benar-benar lelah.


sesampainya di warung ia begitu terkejut melihat pak tua sedang menyeruput kopi panas. tidak terlihat jejak-jejak kelelahan di mata dan tubuh pak tua itu. pelaut muda yang kaget itu tak bisa berbicara apapun, pak tua langsung berbicara dengan tenang dan menentramkan


"Nak, kamu datang untuk menaklukan laut dan laut yang menaklukanmu

sedangkan saya, orang tua ini datang untuk memeluk laut, maka laut menghantarkanku sampai di pulau ini lebih cepat"


belakangan diketahui bahwa pak tua itu duduk dan makan karena melihat burung camar yang beterbangan menepi. pertanda badai dan baru berlayar setelah badai reda.


Inti.a Apa si??? Guw Aja bingung :D:D:D:D:D

HACK WIFI (NGENET GRATIS..PASTI)


Sekian Lama vakum Dalam Dunia Blogging, 

langsung aja nih ada tips okeh punya langsung pelajarii aja ...hahahaha

terkadang lagi asik asik ngenet di hotspot tiba2 putus,…katanya sih dibatasi waktu biar user tidak dapat mengakses internet lagi…. Wah wah wah … repot banget sih…hanya ingin mendapatkan informasi di internet…seluruh kegiatan kita dibatasi…edun…alahhhhhhhhhhh … pembatasan diri…makanya kapan rakyat Indonesia bias mendapatkan informasi gratis di internet … kapan seluruh sector internet tidak dijadikan ajang bisnis…ini yang membuat rakyat Indonesia menjadi tidak percaya dengan internet … dan dibodohi oleh bangsa lain… di Negara maju access internet tidak dibatasi dan GRATIS…ya sekali lagi GRATIS … hanya disini saja dijadikan sumber inspirasi bagi para pebisnis agar meraup keuntungan sebanyak –banyaknya … padahal kita orang Indonesia sangat haus ilmu, apalagi soal computer, kapan lagi sih …. Hihihihihi … okay untuk mengatasi ini ada tips dan trick untuk merubah mac agar kita bias bebas berkeliaran di dunia cyber hihihihi…

Okay…. Langsung to the point aja yah…,pertama cari hotspot…kalo bisa menyediakan hotspot gratis…tapi dibatasi oleh jam ajah gituh…, terus maeennnnnnn aja ampe abis waktunya …

nah bis itu bakal ada pembatasan akses seperti yang ditunjukkan gambar di atas .. atau ada tulisan “MAAF WAKTU BERINTERNET ANDA TELAH ABIS, SILAHKAN KEMBALI BESOK”, setannnnnnnn!!!!! kapan indonesia mo maju kalo internet dibatasi terus… yaaaa mo gak mau deh diakalin.

PROSES PEMBATASAN WAKTU

proses pembatasan waktu bisa dibatasi dari access point yang ada di kafe tersebut, dan biasanya pembatasan tersebut menggunakan MAC address, kenapa MAC Address???Kok gak IP Address??umh…kalo IP address bisa diganti sendiri kan lewat komputer, tapi kalau MAC, mungkin bisa di linux, tapi kalo di windows??? ya donlot lah program buat ngerubah MAC di:

klik disini untuk download software TMAc

kemudian install dan jalankan, maka akan muncul seperti gambar Di atas:


kemudian klik tombolnya CHANGE MAC untuk mengganti mac address, lalu klik RANDOM MAC ADDRESS, seperti yang ditunjukkan gambar:

nah…ntar mac addressnya bakal dirandom sesuai dengan metode yang benar dari programnya, lalu klik CHANGE NOW!, langsung deh IP address anda berubah.

tunggu beberapa saat agar kompie merefresh perubahan ini kemudian buka lagi situs yang ingin dikunjungi, BANG BANG BANG!!!… dapet access 2 jam gratis lagi euy …

bisa dilihat tombol CLICK HERE itu jika ditekan kita mendapat free access, okay … mungkin sekian… dulu darri sayah …

PS:

di kutip dari situs virolog.org